intro :
Kering sudah rasanya air mataku
Terlalu banyak sudah yang tertumpah
Menangis meratapi buruk nasibku
Nasib buruk seorang tunawisma
Langit sebagai atap rumahku
Dan bumi sebagai lantainya
Hidupku menyusuri jalan
Sisa orang yang aku makan
Langit sebagai atap rumahku
Dan bumi sebagai lantainya
Hidupku menyusuri jalan
Sisa orang yang aku makan
Jembatan menjadi tempat perlindungan
Dari terik matahari dan hujan
Begitulah nasib yang aku alami
Entah sampai kapan hidup begini
Hm-hm-hm-hm-hm-hm-hm hm-hm-hm
Jumat, 24 Desember 2010
Lirik Kemandulan
intro :
sepuluh tahun sudah kita ber rumah tangga
tetapi belum juga endapatkan putra
jangan bersedih jangan berduka
mohon padanya dalam berdoa
sebagai seorang istri ku merasa sedih
kutakut dirimu kecewa padaku
interlude :
cintaku padamu takakan pudar walau seumur hidupmu dalam kemandulan
\
suling :
sayangku padamu tak akan pudar walau seumur hidupmu dalam kemandulan
kurasa tiada sempurna kebahagiaan kita
tanpa adanya seorang putra belahan jiwa
sepuluh tahun sudah kita ber rumah tangga
tetapi belum juga mendapatkan putra
jangan bersedih jangan berduka
mohon padanya serta berdoa
sebagai seorang istri ku merasa sedih
kutakut dirimu kecewa padaku
sepuluh tahun sudah kita ber rumah tangga
tetapi belum juga endapatkan putra
jangan bersedih jangan berduka
mohon padanya dalam berdoa
sebagai seorang istri ku merasa sedih
kutakut dirimu kecewa padaku
interlude :
cintaku padamu takakan pudar walau seumur hidupmu dalam kemandulan
\
suling :
sayangku padamu tak akan pudar walau seumur hidupmu dalam kemandulan
kurasa tiada sempurna kebahagiaan kita
tanpa adanya seorang putra belahan jiwa
sepuluh tahun sudah kita ber rumah tangga
tetapi belum juga mendapatkan putra
jangan bersedih jangan berduka
mohon padanya serta berdoa
sebagai seorang istri ku merasa sedih
kutakut dirimu kecewa padaku
Langganan:
Komentar (Atom)
